Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ustadz yang saya hormati,
Ustadz yang saya hormati,
Saya seorang gadis yang berusia 26 tahun, saat ini saya sedang
bingung. Dan yang paling mengganjal dihati saya sekarang ini adalah dulu
saya pernah bersumpah untuk tidak menikah karena pada saat itu saya
sangat sedih melihat betapa susahnya kehidupan teman saya setelah
menikah. Tapi setelah saya berkonsultasi dengan seorang ustadz yang
tinggal sekampung. Atas saran ustadz tersebut, saya sudah membatalkan
sumpah saya dengan melaksanakan puasa selama 3 hari dan memberi makan
kepada 10 orang fakir miskin.
Pak ustadz, saya sangat menyesal sekali. Pada saat ini saya sangat
berkeinginan sekali untuk menikah, tetapi sampai sekarang saya belum
pernah dilamar oleh seorang lelaki. Saya sudah berusaha untuk berkenalan
dengan teman laki-laki sahabat saya tapi setelah berkenalan mereka
enggan untuk melanjutkan perkenalan, hal inilah yang membuat saya tidak
percaya diri.
Yang ingin saya tanyakan:
- Apakah sumpah ini yang menjadi kendala saya untuk mendapatkan jodoh?
- Bagaimana cara membatalkan sumpah yang telah saya ucapkan?
- Apakah yang harus saya lakukan supaya saya cepat mendapatkan jodoh?
- Apakah ada doa-doa atau amalan-amalan khusus untuk mendapatkannya?
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Jawab:
Wa’alaikumslam warahmatulloh wabarokatuh
Saudariku seislam, hal yang wajib anda ketahui dan mengimaninya
adalah bahwasanya apa pun yang terjadi di alam semesta ini semuanya
berdasarkan takdir Allah. Semenjak lima puluh ribu tahun yang lalu, Dia
telah menetapkannya berdasarkan ilmu dan kehendaknya di Lauhul Mahfuzh. Termasuk di dalamnya adalah masalah jodoh.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
“Allah telah menulis takdir-takdir untuk ciptaanNya sejak lima puluh ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi.” [HR. Muslim, dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhyallahu anhu]
Kemudian dalam hadist Ibnu Mas’ud radhyallahu anhu: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberitahukan bahwa ketika janin berada dalam perut berumur 120 (seratus dua puluh) hari atau 4 (empat) bulan kurang lebih:
“Maka malaikat meniupkan ruh kepada janin tersebut, dan diperintah
untuk menulis empat perkara, rezekinya, ajalnya, amalannya, dia termasuk
penduduk neraka yang celaka atau penduduk surga yang bahagia.” [HR. Muslim]
jadi apa saja yang telah ditetapkan oleh Allah pasti terjadinya, dan
tidak akan ada seorang manusiapun yang mampu mencegahnya atau merubahnya
sedikitpun.
Adapun status anda sampai saat ini masih membujang atau belum
mendapatkan jodoh maka ini bukanlah karena janji atau sumpah yang dahulu
anda pernah mengucapkannya untuk tidak menikah, karena sumpah atau
janji bukanlah suatu hal yang menjadi kendala atau penghalang bagi anda
untuk mendapatkan jodoh, akan tetapi bisa jadi memang Allah mentakdirkan
bagi anda hingga saat ini belum ketemu jodoh, atau disana ada suatu
hikmah yang akan mendatangkan kebaikan bagi anda, dan supaya anda mau
berfikir dan semakin mendekatkan diri kepada-Nya.
Kemudian, kalau kami perhatikan dari sumpah yang pernah anda ucapkan,
maka sumpahnya itu berisi keburukan, karena bersumpah untuk tidak
menikah, dan ini bertentangan dengan syariat yang dibawa oleh Rasulullah
shallallahu alaihi wasallam, yang mana beliau menganjurkan umatnya agar menikah dan melarang dari membujang.
Berkaitan dengan sumpah yang berisi keburukan, para ulama menjelaskan
bahwa hukumnya wajib merusakkan sumpah atau janjinya itu, atau dengan
kata lain ia wajib tidak memenuhinya, dan wajib membayar kaffarat (denda) untuk sumpah atau janjinya tersebut. Dan denda sumpah itu sama dengan denda nadzar berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Kafarat nadzar ialah kafarat yamin (sumpah).” [HR Muslim no. 1645 dari sahabat Uqbah bin Amir]
“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak
dimaksud (untuk bersumpah) tetapi Dia menghukum kamu disebabkan
sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kafarat sumpah itu ialah memberi
makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan
kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan
seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka
kafaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kafarat
sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar).” [QS Al-Maidah: 89]
Dari ayat ini kita dapat mengetahui bahwa kaffarat (denda) sumpah itu dapat dilakukan dengan memilih salah satu dari hal-hal berikut ini secara berurutan:
- Memberi makan 10 fakir miskin,
Memberi pakaian 10 fakir miskin,
Memerdekakan hamba sahaya,
Berpuasa tiga hari.
Lalu agar anda mendapatkan jodoh, maka hendaklah anda memperbanyak
doa kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar dikaruniakan jodoh yang
sholih bagi anda. Disamping itu juga, anda bisa meminta bantuan kepada
orang lain yang dapat anda percaya akan agama dan kejujurannya agar mau
mencarikan atau menghubungkan anda dengan laki-laki sholih yang siap
menikah. Ini dilakukan dengan sabar dan tawakkal kepada Allah.
Adapun berkaitan dengan amalan dan doa khusus mendapat jodoh, maka
kami belum mengetahui adanya dalil-dalil syar’i yang dapat dijadikan
landasan dalam hal ini. Maka dari itu, silakan anda memohon jodoh kepada
kepada Allah dengan doa-doa dan amalan-amalan yang tidak bertentangan
dengan syari’at Islam. Semoga terkabul. Amin..
Wallahu a’lam bish-showab.

0 comments:
Post a Comment